Rabu, 14 Maret 2012

Graphene (Nobel Fisika 2010)

Dua ilmuwan kelahiran Rusia, Andre Geim dan Konstantin Novoselov, mendapat penghargaan bergengsi Nobel Fisika atas terobosannya mengisolasi, mengidentifikasi, mengkarakteristik, dan memproduksi
graphene. Graphene merupakan sejenis serat karbon yang hanya disusun dari satu lapis atom karbon. Sebuah material paling kuat tetapi paling tipis di dunia, dengan cara mudah dan sederhana. Penemuan tersebut memungkinkan produksi graphene dengan murah untuk berbagai industri teknologi di masa depan.
Struktur serupa graphene telah dikenal sejak tahun 1960-an, tetapi sulit untuk mengisolasi satu lapis atom graphene dalam percobaan. Dan saat itu, secara praktik, hal ini dianggap tidak mungkin dilakukan.
Menarik untuk diketahui, bahwa kita tanpa sadar yang sehari-hari menggunakan pensil biasa bisa menghasilkan struktur karbon seperti graphene. Sebuah pensil mengandung graphit, ketika ditorehkan ke kertas, graphit terlepas ke kertas untuk membuat teks atau gambar. Sebagian kecil lapisan tipis pada kertas tersebut akan mengandung selapis atau beberapa lapis graphit, yaitu graphene.
Karakteristik graphene
1. Massa jenis : 0,77 mg/m2
2. Transparansi optis: hampir transparan dan tidak berwarna
3. Kekuatan: kekuatan tarik 42 N/m atau 100 kali lipat dari baja terkuat.
4. Konduktivitas listrik: 0,96 x 106 /ohm.cm atau lebih besar dari tembaga
5. Konduktivitas termal: 5000 W/mK pada suhu ruang atau 10 kali lebih bagus dari tembaga.
Selama ini untuk melakukannya membutuhkan teknik yang rumit dan kompleks. Nah, kedua ilmuwan berhasil mengatasi masalah tersebut karena dapat mengisolasi graphene menggunakan selotip (Scotch tape).
Menurut komite Nobel Fisika dari Royal Swedish Academy of Science, penelitian graphene tersebut membuka potensi pengembangan satelit, pesawat, dan mobil masa depan dengan material yang sangat kuat tetapi ringan. Selain itu, wujud material yang transparan juga berpotensi untuk digunakan sebagai layar sentuh, sel surya, dan komponen komputer yang lebih efisien.
“Ini punya potensi mengubah hidup Anda seperti halnya yang terjadi dengan plastik. Ini sungguh mengejutkan,” ujar Geim, Selasa (5/10/2010). Graphene yang punya potensi sangat besar ternyata mudah dibuat dan mungkin dipakai secara massal di masa depan. Nobel Fisika semakin meyakinkan ilmuwan dan pelaku industri di seluruh dunia bahwa masa depan graphene sangat cerah. Selain graphene, kedua peneliti juga punya portofolio memelopori pengembangan material adhesif yang meniru kaki tokek untuk menempel kuat di berbagai jenis permukaan.
sumber: kompas dan sumber lainnya

0 komentar:

Posting Komentar

 
;