?::? Kepada calon pengantin ?::?
Kepada calon pengantin
Siapa yang datang padamu tadi malam
Membawakan sepasang rembulan dan bintang dalam satu genggaman
Hingga pagimu begitu berseri
Dan embun memerintah agar burung berkicau lebih merdu nan nyaring
Duhai calon pengantin,
Doa apa yang kau lantunkan di tahajud dan subuhmu
Hingga beribu-ribu sayap malaikat dan seluruh penghuni surga memayungimu
Menyebut namamu agar dicatat dalam buku sejarah panjang kehidupan manusia
Berapa kembang yang membasuh tubuhmu?
Berapa sumur yang kau mandi dengan air di dalamnya?
Berapa gurun kau lintasi dengan kaki telanjang tanpa air di dalam gelasmu yang bocor?
Berapa pantai dan buih kau singgahi dan menghanyutkan botol bertuliskan surat cinta dengan namamu di penghujungnya?
Berapa pintu kau ketuk dan kau layangkan senyuman pada penghuninya?
Bagilah denganku barang satu petunjuk agar aku mengikutimu
Ceritai aku pengalaman pahit dan manismu agar aku belajar darimu
Ajari aku mencintai dengan sederhana wanita yang esok pagi akan kau cium keningnya
Tunjukkan padaku apa yang seharusnya kubisikkan di telinganya agar kelak ia tak menolak pinanganku padanya
Kepada calon pengantin
Yang esok pagi akan bangun lebih mula
Yang esok pagi akan memakai pakaian terbaik dengan keris di pinggangnya
Yang esok pagi minyak terwangi akan menyirami tubuhnya
Yang esok pagi akan tersenyum sempurna
Duniamu segera dimulai besok
Telah disediakan dermaga dengan bahtera di pinggirnya
Satu lagi buku yang harus kau tulis kisah terindah di setiap lembarnya
Satu langkah pertama yang akan menetukan ujung kehidupanmu
Kepada calon pengantin
Ungkap padaku satu rahasia saja
Mimpi apa kau semalam? —
Kasus yang menimpa Marco “Supersic” Simoncelli pada kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11) baru-baru ini tentunya tidak akan terlupakan selamanya oleh semua para penggemar motor balap MOTOGP. Kecelakaan mengerikan itu telah merenggut hidupnya di usia muda dengan cedera parah di daerah dada punggung dan kepala.
Semua orang boleh menilai dan berpendapat tentang apa yang menjadikan Marco “Supersic” Simoncelli tewas dalam kecelakaan itu, tetapi pada dasarnya dalam berkendara faktor kesalahan telah menjadi kambing hitam di setiap kejadian. Baik itu kesalahan yang diperbuat sendiri, orang lain maupun kondisi trafik situasi kejadian pada saat kecelakaan itu terjadi.
Dan tahukah kalian ternyata balapan motor MOTOGP bisa dilihat juga lho dari sudut pandang ilmu pengetahuan alam khususnya fisika. Ayo kita simak bersama;
1. Mengapa pemilihan ban penting pada saat lomba?
Pemilihan ban sangat erat kaitannya dengan gaya gesekan antara ban dengan aspal jalan. Kita tahu bahwa dalam IPA-Fisika, gaya gesek dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kekasaran permukaan benda yang bersentuhan dan berat bendanya. Makanya lomba saat kering dengan saat hujan tentu akan memilih ban yang berbeda. Rumor tentang pembatasan berat badan pembalap juga ada benarnya secara fisika, karena berpengaruh juga pada gaya gesek. Makin besar berat pembalap maka gesekan antara motor dengan jalan makin besar.
2. Mengapa saat memasuki tikungan kecepatan motor dikurangi?
Secara Fisika setiap benda yang bergerak pada garis lengkung maka benda akan mendapatkan gaya yang arahnya menjauhi pusat lengkungan yang disebut gaya sentrifugal. Besarnya gaya sentrifugal berbanding lurus dengan massa benda, berbaning lurus dengan kuadrat kecepatan linier benda dan berbanding terbalik dengan jari-jari garis lengkungnya.
3. Mengapa posisi duduk pembalap membungkuk?
Tujuan pembalap membungkuk secara Fisika adalah memperkecil permukaan badan yang diterpa angin yang timbul karena laju motor, sehingga tekanan badan untuk membelah angin makin besar dan laju gerak motor lebih kencang,4. Mengapa body motor dibuat ramping?
Seperti halnya posisi duduk, tujuan disain motor yang ramping bertujuan untuk memperkecil permukaan motor yang diterpa angin yang timbul karena laju motor, sehingga tekanan motor untuk membelah angin makin besar dan motor dapat bergerak lebih kencang.
-KMS-
tanggapan dan komentarnya di grub ICT :
Semua orang boleh menilai dan berpendapat tentang apa yang menjadikan Marco “Supersic” Simoncelli tewas dalam kecelakaan itu, tetapi pada dasarnya dalam berkendara faktor kesalahan telah menjadi kambing hitam di setiap kejadian. Baik itu kesalahan yang diperbuat sendiri, orang lain maupun kondisi trafik situasi kejadian pada saat kecelakaan itu terjadi.
Dan tahukah kalian ternyata balapan motor MOTOGP bisa dilihat juga lho dari sudut pandang ilmu pengetahuan alam khususnya fisika. Ayo kita simak bersama;
1. Mengapa pemilihan ban penting pada saat lomba?
Pemilihan ban sangat erat kaitannya dengan gaya gesekan antara ban dengan aspal jalan. Kita tahu bahwa dalam IPA-Fisika, gaya gesek dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kekasaran permukaan benda yang bersentuhan dan berat bendanya. Makanya lomba saat kering dengan saat hujan tentu akan memilih ban yang berbeda. Rumor tentang pembatasan berat badan pembalap juga ada benarnya secara fisika, karena berpengaruh juga pada gaya gesek. Makin besar berat pembalap maka gesekan antara motor dengan jalan makin besar.
2. Mengapa saat memasuki tikungan kecepatan motor dikurangi?
Secara Fisika setiap benda yang bergerak pada garis lengkung maka benda akan mendapatkan gaya yang arahnya menjauhi pusat lengkungan yang disebut gaya sentrifugal. Besarnya gaya sentrifugal berbanding lurus dengan massa benda, berbaning lurus dengan kuadrat kecepatan linier benda dan berbanding terbalik dengan jari-jari garis lengkungnya.
3. Mengapa posisi duduk pembalap membungkuk?
Tujuan pembalap membungkuk secara Fisika adalah memperkecil permukaan badan yang diterpa angin yang timbul karena laju motor, sehingga tekanan badan untuk membelah angin makin besar dan laju gerak motor lebih kencang,4. Mengapa body motor dibuat ramping?
Seperti halnya posisi duduk, tujuan disain motor yang ramping bertujuan untuk memperkecil permukaan motor yang diterpa angin yang timbul karena laju motor, sehingga tekanan motor untuk membelah angin makin besar dan motor dapat bergerak lebih kencang.
-KMS-
tanggapan dan komentarnya di grub ICT :
Muhamad Renza saya rasa ban motornya harus haluslah (tidak ada kembangnya) kgk mungkin kasar dikarenakan jika terlalu kasar akan berakibat koefisien gesekanya jadi semakin besar sehingga dapat memperlambat kecepatan sepeda motorny inikan sirkuit GP. kecuali misal itu mtor cross/trell ban motornya harus ada kembangnya yang sesuai dengan arenanya dan situasi cuacanya. saya rasa semua pembalap tidak akan berfikir sampai kearah sini dikarenakan semua pembalap hanya mempunyai 1 tujuan yaitu narik gas terus-menerus lalu naik podium deah...October 28 at 8:37pm ·
Fitriyana Migumi ban motor pembalap GP memang tidak kasar, ya tujuannya adalah memperkecil gaya gesek antara ban dan jalan. jika ban kasar,akan terjadi gaesekan akan menyebabkan ban mudah rusak ( adanya panas yang dihasilkan oleh gesekan), selain itu juga dapat menghambat laju motor...
untuk menghindari kecelakaan, pembalab harus mengetahui berapa kecepatan maksimum yang mampu dicapai motornya pada jalan lurus dan berapa v maks nya pada saat tikungan. dengan kata lain, v maks pada tikungan dan jalan lurus harus berbeda.
pada kecepatan maksimum harus lebih kecil dari pada kecepan maksimu pada jalan lurus.October 29 at 6:42am · ·
1
Elgy D Putra ban motor haruslah sesuai dengan kondisi jalan yang dilaluinya. Pada lintasan balap yang permukaannya padat, ban motornya bisa menggunakan yang permukaannya halus. Berbeda dengan kondisi jalan tanah yang permukaannya tidak terlalu padat, kita harus menggunakan ban yang bergerigi agar tidak slip saat mengemudi.10 hours ago · ·
1
Puspita Sari Pytha apa yg trjadi dgn simonceli pada saat dy menikung dy menyentuh aspal,
apakah kecepatanny tidag dikurangi pada saat menikung,apakah msalah trletak pada ban motorny?7 hours ago via mobile ·
Muhamad Renza klau kcepatanya saya rasa dikurangi sama simonceli, klau ban motornya saya rasa sudah tepat dgn situasi n kondisi sirkuit...kemungkinan kurang kontrolnya simonceli saat menikung n hilangnya keseimbangan die...menurut pendapat saya..7 hours ago ·
Langganan:
Komentar (Atom)



ban motor juga sangat berpengaruh. permukaan ban yang kasar sebenarnya akan mampu "mencengkeram" aspal lebih kuat, sehingga jika pun terjatuh, resikonya dapat diperkecil.
posisi tubuh pembalap yang membungkuk bukan saja memperkecil gesekan dengan angin, tetapi juga akan lebih mempermudah pembalap ketika akan mengendalikan keseimbangan motornya di tikungan
menarik sekali